Amerika Luncurkan Kapal Littoral Combat Ship Di Galangan kapal Marinette Marine Corporation

USS Detroit
Littoral Combat Ship USS Detroit
Sebuah tim yang dipimpin Lockheed Martin meluncurkan kapal ke tujuh Littoral Combat Ship Angkatan Laut Amerika Serikat USS Detroit ke Sungai Menominee di galangan kapal Marinette Marine Corporation(MMC).

Sponsor kapal, Barbara Levin, membaptis USS Detroit dengan memecahkan botol sampanye di haluan kapal sesaat sebelum peluncuran. “Ini merupakan suatu kehormatan sebagai sponsor untuk melayani USS Detroit untuk berpartisipasi dan menjadi bagian bagi kebesaran Angkatan Laut Amerika “, kata Mrs.Barbara Levin. Setelah pembaptisan dan peluncuran Detroit akan terus menjalani pengujian dan penambahan perlengkapan sebelum pengiriman ke Angkatan Laut pada tahun 2015.

“Ini adalah sebuah kehormatan untuk terus mendukung Angkatan Laut Amerika Serikat dengan kapal perang yang tangguh dan fleksibel,” kata Dale P. Bennett, wakil presiden eksekutif Mission Systems and Training business ” Tim yang dipimpin Lockheed Martin telah mendesain LCS yg hemat tapi mematikan dan sangat membantu Angkatan Laut mencapai tujuannya untuk meningkatkan kehadirannya dan dapat dimodifikasi atau ditingkatkan dengan cepat untuk memenuhi misi masa depan.”

Angkatan Laut AS memberikan kontrak untuk membangun Detroit pada maret 2011 lalu. Kapal ini adalah salah satu dari lima LCS yg saat ini sedang dibangun di Marinette Marine Corporation.
“Atas nama Marinette Marine, kami sangat bangga mampu membangun kapal ini untuk Angkatan Laut Amerika, “kata Jan Allman, CEO dan presiden MMC. “Kami terus merampingkan proses dan memanfaatkan keahlian dan keterampilan karyawan kami dalam memproduksi kapal berkualitas tinggi ini untuk Angkatan laut.”
Berikut adalah spesifikasi dan kemampuan USS Detroit :
USS Detroit LCS
Dapat berlayar di laut dangkal walau dengan hanya kedalaman 6 meter
USS Detroit LCS
Biaya pembuatan USS Detroit $ 360.000.000 Sedangkan biaya pembuatan USS Liberty $ 800.000.000
USS Detroit LCS
Memilki bobot 2862 ton dengan panjang 115 m dan lebar 18 m. Pembuatan kapal ini menggunakan hampir 1.000.000 meter kabel
USS Detroit LCS
Detroit terbuat dari sekitar 2000 ton baja dan 500 ton aluminium.Aluminium yg digunakan cukup untuk membuat 65 juta kaleng soda
USS Detroit LCS
USS Detroit dapat dipacu dengan kecepatan lebih dari 40 – 46 knot per jam
USS Detroit LCS
Pada kekuatan penuh, waterjets yang mendorong Detroit dapat mengisi kolam renang standar olimpiade hanya dalam 20 detik
USS Detroit LCS
Detroit memilki lebih dari 7000 sensor yang terus mengirimkan informasi ke sistem untuk menampilkan data pelayaran, penerbangan dan analisis. Sebagai perbandingan mobil modern terbaru hanya memilki sekitar 100 sensor.
USS Detroit LCS
Kapal mampu berlayar sejauh 6500 km selama 21 hari
USS Detroit LCS
Kapal dapat dipacu dengan kecepatan tertinggi dan direm hingga berhenti mendadak dengan jarak hanya sepanjang 3 lapangan sepak bola
USS Detroit LCS
Awak dapat memantau dan mengoperasikan mesin penggerak utama dari jarak jauh menggunakan komputer layar sentuh.
USS Detroit LCS
Dengan mesin listrik Rolls RoyceMT30 untuk fitur hemat serta kombinasi mesin turbin gas Colt dan empat mesin diesel Rolls Royce waterjets mampu menghasilkan kekuatan 17.370 tenaga kuda
USS Detroit LCS
Dibekali meriam 110mm di bagian haluan kapal
USS Detroit LCS
Membawa 11 boat berkecepatan tinggi RHIB
USS Detroit LCS
Memilki sistem pertahanan udara rudal RIM-116
USS Detroit LCS
Untuk peran anti kapal selam USS Detroit dilengkapi torpedo Mk 50 Honeywell
USS Detroit LCS
Surface to surface missile modul (SSMM) with AGM-114L Hellfire Longbow radar guided missil
USS Detroit LCS
Dilengkapi dengan 2 cannon otomatis kaliber 50 mm
VTUAV
Vertical Take Off Unmanned Aerial Vehicle (VTUAV) MQ-8 Fire Scout
helicopter MH 60R Seahawk
USS Detroit mengangkut 2 helicopter MH 60R Seahawk
Sumber : Arabdefence/naval technology

TNI AL Akan Memiliki 2 Kapal Selam Berpeluru Kendali

Changbogo Class
Changbogo Class (Photo: wikipedia)
Kasal Targetkan Indonesia Memiliki 12 Kapal Selam

Jakarta - Untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia, selain kapal laut Indonesia juga membutuhkan 12 kapal selam untuk membantu pengamanan dan penegakan kedaulatan tersebut.

Kepala Staf TNI AL, Laksamana Marsetio, mengatakan membeli tiga buah kapal selam, dua kapal selam dibangun utuh dari Korea Selatan, sedangkan untuk satu kapal akan dirakit di Indonesia oleh PT PAL dan Galangan dengan produsen kapal selam Korea Selatan. "Saat ini kita baru memiliki dua kapal selam, ditargetkan pada tahun 2020 kita memiliki 7 kapal selam, sedangkan untuk menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia yang sangat luas minimal kita memiliki 12 kapal selam," ujar Marsetio, Selasa (16/12) siang.

Menurut Marsetio kapal selam yang akan dibuat TNI AL tersebut akan dipersenjatai dengan rudal yang dapat dengan mudah melumpuhkan target kapal asing yang melanggar kedaulatan wilayah Indonesia. "Pada anggaran tahun 2015 hingga 2019 kita menargetkan dapat membangun dua kapal selam yang dibangun sendiri setelah adanya transfer teknologi dengan pihak produsen kapal di Korea Selatan," lanjut Marsetio.

Marsetio menjelaskan armada kapal laut milik TNI AL memiliki tiga peran utama, yakni peran militer untuk menegakkan kedaulatan negara dan melakukan latihan militer dengan negara tetangga. Fungsi kedua yakni konstagulari, yakni penegakan hukum dimana TNI AL bersama 13 instansi lainnya, seperti Kepolisian, Imigrasi, Bea Cukai, Kehutanan, dsb dapat melakukan tindakan hukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. Fungsi ketiga yakni Diplomasi, misalnya TNI AL mengirimkan kapal perangnya untuk mengamankan perairan di Lebanon.

Terkait 30 kapal ikan asing yang masuk ke perairan di Indonesia beberapa waktu lalu, Masetio menjelaskan kapal-kapal asing tersebut akan didata apakah memiliki surat izin penangkapan. "Mereka biasanya menyasar perairan Aru, perairan Natuna, kapal asing tersebut umumnya berasal dari Tiongkok, Thailand, dan Vietnam," lanjut Marsetio.

Dalam pembukannya dalam seminar nasional kemaritiman TNI AL di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Marsetio menjelaskan pentingnya sinegitas berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan nasional berwawasan maritim dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. "Kita dapat mewujudkan hal tersenut dengan menjalankan lima pilar, yakni, komitmen membangun kembali budaya maritim Indonesia, menjaga dan mengelola sumber daya laut berbasis kedaulatan pangan dengan mengembangkan fungsi nelayan sebagai ujung tombak, mendorong pengembangan infrastruktur tol laut, menjalin dipolomasi maritim dengan negara lain, dan membangun kekuatan pertahanan maritim," tutup Marsetio. (beritasatu.com)

Menunggu Realisasi Pembelian Helikopter Chinook dan Penangkal Serangan Udara S-300

Model helikopter Chinook dengan camo TNI AD
Model helikopter Chinook dengan camo TNI AD yang dipamerkan di Monas 12/12/2014 (photos: Telik Sandi).
Jakarta - Pameran alusista TNI AD 2014 yang bertepatan dengan Hari Juang Kartika, digelar di Monas sejak 12/12/2014. Ada beberapa informasi yang bisa saya korek dari anggota berbagai kesatuan yang hadir dalam acara ini.

Sebut saja dari KOSTRAD, KOPASSUS, Arhanud AD, Persenjataan Infanteri dan lainnya. Ada beberapa kabar menarik termasuk pembelian helicopter chinook yang telah dalam bentuk MoU dan tinggal menungu pengirimannya saja.

Lalu untuk helikopter Apache AH 46D akan datang paling cepat tahun 2015-2016 sebanyak 8 unit ditambah 4 unit Apache versi terbaru. Informasinya helikopter serang ini telah dibayar lunas.

Saat ini ada beberapa pilot dan calon pilot sedang dikirim untuk belajar mengunakan ke dua helikopter tersebut, termasuk puluhan crew darat yang sedang “belajar” untuk perawatan dan perbaikan mesin.

Yang paling heboh saya bilang adalah divisi arhanud AD. Jika tidak ada halangan mungkin S-300 PMU Rusia atau yang dari india dengan Brahmosnya akan masuk dalam daftar belanja MEF II. Hal ini diungkapkan seorang anggota TNI, karena sudah ada pembicaraan ke arah sana dan sisanya yang menentukan adalah pemerintah.

Untuk ke depannya alusista diutamakan dari produksi dalam negeri, terutama R-HAN dan RX yang akan menjadi sumber utama kebutuhan alusista untuk masa depan. “Kita ada pembicaraan dengan Rusia dan India untuk rudal jarak menengah dengan jarak 100-300km lebih”, ungkap seorang anggota yang saya tanya. Namun dia enggan namanya disebutkan.

Dan berikut photo ketika panglima TNI Jenderal Moeldoko berkunjung ke stand Brahmos India pada saat pameran Indodefence 2014. Mungkin ini ada hubungan dengan rencana pembelian Brahmos India. (Telik Sandi)

Presiden Jokowi Blusukan ke Pulau Sebatik Meninjau Patok Batas Indonesia dan Malaysia

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo
TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo hari ini, Selasa, 16 Desember 2014, meninjau perbatasan Indonesia-Malaysia di Sebatik, Kalimantan Utara. Jokowi mengunjungi Menara Intai Marinir di Pos Angkatan Laut, Sebatik. Jokowi sempat memanjat menara intai yang terbuat dari kayu setinggi 30 meter.

Posko marinir tersebut tampak sangat sederhana. Dermaga dan menara terbuat dari kayu. Empat bangunan rumah berwarna putih dan biru laut mengapit dermaga dan pos intai itu.

Jokowi menginstruksikan agar dermaga tersebut segera dibangun sesuai standar, karena masih terbuat dari kayu. “Karena dermaga terbuat dari kayu, kapal TNI tidak bisa merapat,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto yang ikut mendampingi kunjungan Jokowi, kepada Tempo, Selasa, 16 Desember 2014.

Stasiun bahan bakar minyak yang memenuhi standar juga akan dibangun di posko TNI AL tersebut. Andi mengatakan pembangunan stasiun BBM dan dermaga yang memenuhi standar, ditargetkan bisa segera diselesaikan.

Presiden Jokowi pagi tadi terbang ke Sebatik menggunakan helikopter Super Puma TNI AU. Jokowi berangkat dari Nunukan, Kalimantan Utara, untuk meninjau patok batas Indonesia dan Malaysia. Sebelumnya, Jokowi menggunakan pesawat CN 295 TNI AU dari Tarakan ke Nunukan.

Dalam kunjungan itu, Jokowi didampingi oleh Ibu Negara, Iriana Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menter Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Budiman, dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. (TEMPO.CO)

Ke Sebatik, Jokowi Cek Perbatasan INA-Malaysia
Pulau Sebatik
Pulau Sebatik
TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo pagi ini terbang ke Sebatik untuk meninjau patok batas Indonesia dan Malaysia. Jokowi terbang ke Sebatik dari Nunukan, Kalimantan Utara.

“Presiden tiba di Nunukan setelah dari Tarakan menggunakan CN 295 TNI AU. Setelah mendarat di Nunukan langsung terbang ke Sebatik dengan helikopter Super Puma TNI AU,” kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto kepada Tempo, Selasa, 16 Desember 2014.

Saat meninjau perbatasan, Jokowi didampingi oleh Iriana Widodo, Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Budiman, dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.

Andi mengatakan di perbatasan, Jokowi akan meninjau infrastruktur perbatasan, komunikasi perbatasan, dan pengamanan perbatasan.

Kemarin, Jokowi melakukan patroli maritim dari pesawat Boeing 737 Intai Maritim TNI AU. Jokowi memantau pergerakan kapal di Laut Sulawesi. Dari pesawat itu, bisa dilihat pergerakan kapal-kapal yang melintas di perairan Indonesia. Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo ikut dalam patroli dari udara tersebut. (TEMPO.CO)

Wanita-wanita Cantik Pengemudi Helikopter Serang WZ-10 China

WZ-10 helicopter
WZ-10 Helicopter
WZ-10 adalah helikopter serang yang diproduksi oleh perusahaan Changhe Aircraft Industries Corporation(CAIC), memilki konfigurasi serang modern mirip heli serang Apache, termasuk penggunaan rudal anti tank HJ-9 yang mirip dengan rudal TOW Amerika dan rudal HJ-10 yang mirip dengan rudal Hellfire.

WZ-10 memiliki 4 hardpoint di bawah sayap, dimana setiap hardpointnya mampu membawa 4 rudal ataupun tabung roket dan ada tambahan cantelan di ujung sayap untuk membawa rudal anti pesawat untuk serangan anti udara terbatas ataupun sebagai pertahanan diri.

Dengan keberhasilannya yang mampu membangun heli serang WZ-10 secara mandiri diperkirakan ke depannya China akan mampu membangun 5 sampai 6 tipe heli yang lebih canggih.
WZ-10 Helicopter
WZ-10 Helicopter (Photos – Weibo)
WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 helicopter
WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 helicopter
Pilot WZ-10 Helicopter
WZ-10 helicopter
WZ-10 Helicopter (Photos - Weibo)
WZ-10 helicopter
WZ-10 Helicopter (Photos - Weibo)
WZ-10 helicopter
WZ-10 Helicopter (Photos - Weibo)
WZ-10 helicopter
WZ-10 Helicopter (Photos - Weibo)
Sumber : Weibo/asiandefencenews/webaviation

Tambahan Pesawat Hercules C-130H Ketiga Tiba Di Indonesia

Hercules C-130H A-1332 TNI AU
Hercules C-130H A-1332 TNI AU
Hercules C-130H A-1332 TNI AU Bandar Udara Abdul Rachman Saleh
Pesawat Hercules A-1332 tiba di Lanud Abd Saleh, Malang (15/12). Pesawat dipiloti oleh Mayor Pnb Subhan dan Copilot Kapten Pnb Fandi Pulungan serta Lettu Pnb Fahmi Aldila.

Pesawat tiba di Halim PK pada hari sabtu (13/12) setelah menempuh perjalanan dari Darwin, Australia. (TNI AU)

Indonesia Rugi 300 Triliun Rupiah, Praktik Pencurian Ikan Ilegal Harus Diberantas

Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo
Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo
KOTABARU (MI) : Presiden Joko Widodo mengatakan, setelah pemerintah RI mulai melakukan penegakan hukum terhadap aksi pencurian ikan di laut di wilayah Indonesia di antaranya dengan penangkapan dan penenggelaman sejumlah kapal, sejumlah negara mulai memandang Indonesia.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat memperingati Hari Nusantara Tingkat Nasional 2014 di Pantai Siring Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).

"Kelihatannya, ada yang sudah mulai memandang kita karena sudah ada (kapal) yang ditangkap dan ditenggelamkan," ujarnya.

Menurut Jokowi, dalam pertemuan dengan negara-negara Asean pekan lalu, sudah ada yang melapor ke negaranya dan membisiki dirinya.

"Presiden Jokowi tenggelamkan kapal ya? Mengapa dibom dan pakai dinamit?" ujarnya mengulang bisikan tersebut.

"Tapi saya jawab, ini baru peringatan yang pertama. Nanti akan ada pesan yang kedua," ujarnya disambut tawa dan senyum para undangan lainnya.

"Kita betul-betul serius. Mengapa? Karena kita betul-betul ingin membangun budaya maritim, industri maritim. Sumber daya laut kita harus kita kelola dengan baik dan kita lestarikan," tambahnya kemudian.

Padahal, lanjut Jokowi, pemerintah baru menenggelamkan tiga kapal pencuri ikan asing di laut sekitar dua pekan lalu.

Acara itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Pudijatno serta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi  Pudjiastuti dan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir serta Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dan Gubernur Kalimantan Selatan Ruddy Ariffin beserta sejumlah Gubernur dan Bupati lainnya.

Terima Info 30 Kapal Ilegal Ditangkap Hari ini, Jokowi Sebut Masih Sangat Kurang
Presiden Jokowi Dodo
Presiden Jokowi Dodo
Presiden Joko Widodo mengaku geram dengan informasi yang diterimanya soal maraknya praktik pencurian ikan di perairan laut Indonesia. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat perhelatan Hari Nusantara 2014 di Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).
"Saya panas karena ada yang beri tahu saya, tiap malam ada pesta tangkap ikan. Ribuan ikan, ratusan kapal hilir mudik di tempat kita," ujar Jokowi.

Jokowi pun bertanya kepada Menteri Kelautan dan Perairan Susi Pudjiastuti yang juga hadir di lokasi. "Berapa (kapal) bu yang hari ini sudah ditangkap?" tanyanya.
"30 kapal, Pak," jawab Susi yang terlihat santai dengan menggunakan kaus berwarna putih, berkacamata hitam, sambil memegang kipas.

"Oh, 30-an, yang beredar itu ada 5.000-7.000 kapal, masih sangat kurang," celetuk Jokowi.
Mendengar sindiran Presiden, Susi langsung tertawa lepas dan menunjuk ke arah Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman. Seisi ruangan pun tertawa mendengar sindiran halus Jokowi itu.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap agar ke depannya penenggelaman kapal bisa terus dilakukan.
"Semoga tidak ada yang ditangkap karena sekarang sudah tidak ada lagi yang berani masuk ilegal," imbuh dia.

Jokowi mengaku telah memerintahkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro agar mengalokasikan anggaran untuk pembelian kapal patroli sebanyak-banyaknya. Selama ini, sebut Jokowi, Indonesia telah rugi Rp 300 triliun karena tak mengawasi kekayaan laut yang dimiliki.
"Lihatlah laut ini, laut adalah masa depan kita," ucap Jokowi.

Jokowi Sebut Penenggelaman Kapal dengan Dinamit sebagai Peringatan Pertama
Peledakan Kapal Illegal Fishing
Peledakan Kapal Illegal Fishing
 Presiden Joko Widodo mengatakan, penegakan hukum atas kapal-kapal ilegal yang masuk wilayah perairan Indonesia mulai berbuah hasil. Jokowi mengaku menerima sejumlah protes dari kepala negara lain mengenai tindakan Indonesia menenggelamkan kapal ilegal.

"Setelah tenggelamkan kapal, saya ditelepon presiden, kepala negara lain, 'Presiden Jokowi tenggelamkan kapal pakai dinamit?' Saya kasih tahu, ini baru peringatan pertama. Nanti ada pesan kedua dan ketiga, tunggu saja," ucap Jokowi dalam sambutannya pada Hari Nusantara 2014 di Pantai Siring Laut, Pulau Laut Utara, Kota Baru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).

Jokowi mengaku tidak gentar dan akan tetap menenggelamkan kapal-kapal ilegal. Dia menyebutkan, ada 5.000-7.000 kapal yang melintas di perairan Indonesia, dan 70 persen di antaranya berstatus ilegal.
"Sekarang baru kelihatannya, orang mulai pandang kita karena setiap hari ada kapal ditangkap. Saya juga dibisiki sama Ibu Menteri KKP (Menteri Kelautan dan Perikanan), 'Pak, kemarin kita tangkap 9 kapal.' Saya jawab, masa hanya 9 kapal?" kata Jokowi, dan disambut tawa Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan para pejabat yang hadir.

Menurut Jokowi, Susi dan elemen terkait lainnya harus terus-menerus melakukan penindakan hukum berupa penenggelaman kapal. Namun, dia mengingatkan agar penenggelaman itu harus melalui berbagai prosedur, dan mengutamakan keselamatan awak kapal.
"Saya kira Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 mengingatkan kita kembali bahwa sumber daya laut kita bukan besar lagi, melainkan sangat besar. Saya sampaikan, jangan sampai terjadi lagi," kata Jokowi.

Hari Nusantara merupakan bentuk peringatan Deklarasi Djuanda oleh Perdana Menteri Ir Djuanda terkait wilayah teritorial laut RI pada 13 Desember 1957. Deklarasi itu menandai 12 mil batas lebar laut wilayah Indonesia dari garis pantai, dari sebelumnya hanya 3 mil. Dengan penetapan 12 mil wilayah laut dari garis pantai Indonesia, wilayah teritorial laut dari kepulauan di Indonesia disatukan.
Ini adalah perayaan Hari Nusantara yang ke-14. Tahun depan, perhelatan Hari Nusantara akan dilakukan di Aceh dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai panitia penyelenggara. (kompas.com)

Taiwan Luncurkan Kapal Perang Terbaru Menggunakan Peluru Kendali Corvette Stealth

Tuo Jiang Corvette
Tuo Jiang Corvette
Taipeh:(DM) — Taiwan meluncurkan kapal perang terbaru menggunakan peluru kendali Corvette Stealth.

Fox News mengabarkan Jumat (12/12/2014), kapal perang yang diberi nama Tuo Jiang itu berbobot mati 500 ton. Menurut harian South China Morning Post, kapal perang yang diuji coba akhir pekan lalu itu, mampu mencapai kecepatan hingga 38 knots.

“Corvette memainkan peranan penting dalam menyerang kapal musuh,” tulis kantor berita Taiwan Central News, TCN. “Kapal tersebut dapat bergerak cepat, sehingga dapat mendekati sasaran tanpa diketahui radar musuh,” tulis kantor berita itu lagi. Dalam rekaman video yang disiarkan Rabu (10/12/2014) lalu, Tuo Jiang terlihat mengungguli kapal perang corvett milik AS, USS Independence.

Pemerintah Taipei menyebutkan, kapal perang terbaru itu merupakan bagian dari program pembuatan kapal perang bernilai total US$800 juta. Program tersebut berencana membangun tujuh kapal perang dan sebelas kapal corvette Stealth untuk melindungi Taiwan dari serangan kapal induk Tiongkok.

Kapal Perang Tuo Jiang yang dibangun Galangan Kapal Lung Teh itu memiliki panjang sekitar 60 meter dan lebar 14 meter. Kapal yang membawa 41 orang awak kapal ini dipersenjatai dengan Hsiung Feng III atau HF-3, sebuah peluru kendali berkekuatan supersonik. Peluru yang diproduksi oleh Institut Ilmu dan Teknolgi Chung-San, merupakan peluru kendali paling mematikan bagi kapal induk Tentara Pembebasan Rakyat, PLA Tiongkok.

Tuong Jiang akan menjalani tes dan evaluasi terakhir sebelum diluncurkan. Kapal perang ini rencananya akan digunakan Angkatan Laut Republik China, RoCN pertengahan 2015 nanti. (web.inilah.com)