Kapal Perang Terbesar Inggris HMS Queen Elizabeth

Label Berita , ,

Kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Inggris, HMS Queen Elizabeth, berhasil meluncur keluar dari dermaga tempatnya dirakit. Dalam sebuah operasi yang dimulai awal pekan lalu, dry dock di Rosyth dekat Edinburgh, untuk pertama kalinya diisi oleh kapal induk 65.000 ton dan siap diapungkan. Dibutuhkan waktu tiga jam pada 17 Juli 2014 untuk memindahkan dengan hati hati Kapal HMS Queen Elizabeth dari dermaga yang hanya memiliki clearance dua meter di kedua sisi dan kemudian bersandar di dermaga di dekatnya.

Tim sekarang akan mendandani kapal dan terus membangun sistemnya untuk hidup sebagai persiapan uji coba laut pada 2016. Dermaga yang dikosongkan akan digunakan untuk perakitan akhir kapal adiknya, HMS Prince of Wales, yang dimulai pada bulan September 2014.

Peluncuran (larung) HMS Queen Elizabeth dilakukan hanya 13 hari setelah kapal itu diberi nama oleh Yang Mulia Ratu Inggris, dalam upacara yang spektakuler.

HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales sedang disiapkan oleh Aircraft Carrier Alliance, kemitraan yang unik antara Departemen Pertahanan, BAE Systems, Babcock dan Thales.

Hanya dibutuhkan waktu tiga jam pada pagi itu, untuk memindahkan secara hati hati kapal HMS Ratu Elizabeth dari dermaga, dengan hanya dua meter clearance di kedua sisi dan kemudian bersandar di dermaga di dekatnya. Foto: UK MOD, Crown Copyright

Dalam upacara simbolis, kapal induk pengangkut helikopter Inggris menyerahkan tugasnya kepada penggantinya. HMS Ocean (tampak depan) merupakan pengganti dari HMS Illustrious (background). Foto: UK MOD, Crown Copyright

Beberapa hari kemudian di perairan lepas pantai selatan Inggris, HMS Illustrious dan HMS Ocean bertemu (Selasa pagi, 22 Juli) dan tongkat komando yang melindungi kepentingan Inggris diserahkan antara keduanya. HMS Ocean sekarang akan dijadikan sebagai platform pendaratan helikopter Royal Navy. Kedua kapal tampak berdampingan, di pangkalan kapal fregat HMS Lancaster, untuk melakukan upacara serah terima tugas.

HMS Ocean, lebih besar, lebih muda dan lebih mampu membawa banyak helikopter Royal Navy, baru saja kembali operasional setelah direparasi dengan nilai 65 juta poundsterling yang berlangsung 15 bulan. Kapal ini meng-up-grade 60 item padanya fasilitas flightdeck, hanggar dan penerbangan.

Kapal induk ini dirancang untuk mendukung operasi pendaratan amfibi, membawa pasukan ke pusat aksi dengan helikopter atau kapal pendarat. Diluncurkan pada tahun 1995, kapal berbasis 21,500 ton ini adalah kapal perang terbesar Inggris yang operasional hari ini. Kapal menyiapkan enam tempat pendaratan helikopter pada dek penerbangan, dan lebih banyak lagi helikopter dan kapal pendarat di dalam hanggarnya.

HMS Illustrious, Kapal induk Komando dan helikopter Royal Navy, yang telah dirancang beroperasi sampai 900.000 mil dalam operasi di seluruh dunia selama karir 32 tahun, sedang ditarik dari layanan servis dan akan dinonaktifkan pada akhir tahun ini.

Kapal induk pengangkut helikopter Inggris, HMS Illustrious telah menyerahkan tugasnya kepada penggantinya, HMS Ocean (foreground). Foto: UK MOD, Crown Copyright

Kapal ini adalah kapal kedua dari tiga kapal induk Invicible Class Angkatan Laut Inggris, yang dibangun oleh pembuat kapal Swan Hunter di Tyne dan diluncurkan oleh Princess Margaret pada bulan Desember 1978. Dua kapal kakak beadik, HMS Invincible dan HMS Ark Royal dinonaktifkan pada tahun 2005 dan 2011 dan kemudian di-scrap (bongkar-musnahkan) di Turki. Departemen Pertahanan tengah mengundang tender untuk perusahaan swasta, badan amal dan lembaga keuangan untuk mengamankan masa depan HMS Illustrious sebagai kapal induk terakhir dari Royal Navy Invincible class.

Sebuah flypast terdiri Apache, Merlin, Lynx dan helikopter Sea King terbang di atas kapal saat kapal memasuki Pelabuhan Portsmouth dan puluhan keluarga berjajar di dermaga untuk memberi sambutan (cheer) bagi kapal induk veteran ini. (defense-update.com).

3 Pesawat F-16 C/D-52ID TNI AU Tiba Di Tanah Air

Label Berita , ,

Penerbangan “Ferry” tiga pesawat F-16 C/D 52ID dari Anderson AFB Guam ke Lanud Iswahjudi Madiun telah mendarat dengan selamat pada pukul 11.25 WIB Jumat (25/7).  Pesawat-pesawat tinggal landas dari Guam pada pukul 09.07 local time (pkl 06.07 WIB) dengan menempuh waktu  5 jam 16 menit dan melaksanakan empat kali pengisian bahan bakar di udara oleh pesawat Tanker KC-10 dari Yokota AFB Jepang.

Flight F-16 ini terbang pada ketinggian 26.000 kaki didampingi pesawat tanker dan selama dua jam pertama “menyelam” dalam awan sehingga terpaksa mengisi bahan bakar dalam awan. memasuki wilayah udara Indonesia disambut ibu pertiwi dengan cuaca cukup cerah, dimana pengisian bahan bakar terakhir dilaksanakan diatas Pulau Halmahera, selanjutnya pesawat tanker KC-10 ikut sampai jarak 150 km dari Makassar, kemudian balik kanan kembali ke Guam.

Bertindak sebagai leader penerbangan “Viper Flight” ini adalah Col. Howard Purcell dengan pesawat bernomer ekor TS-1625, selanjutnya  Maj. Collin Coatney/ Letkol. Firman Dwi Cahyono dengan pesawat TS-1620 dan terakhir  Ltc. Erick Houston/ Mayor Anjar Legowo menerbangkan pesawat TS-1623.

Penerbangan bersejarah ini disambut oleh dengan pengalungan bunga oleh Panglima Koopsau II Marsdya TNI Abdul Muis yang didampingi Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Donny Ermawan, Kepala Proyek “Peace Bima Sena II” Kolonel Tek Amrullah Asnawi dan para pejabat dari jajaran Kemhan, Mabes AU dan Lanud Iswahjudi.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia dalam menyambut kedatangan pesawat F-16 C/D-52ID mengatakan bahwa Proyek “Peace Bima Sena II” merupakan bagian dari pembangunan kekuatan TNI AU secara bertahap, dan berlanjut sesuai rencana pembangunan Kebutuhan Pokok Minimal.

Kasau menegaskan kehadiran 3 unit pesawat dari total pengadaan   24 unit pesawat F-16 C/D-52ID dan ditambah program upgrade 10 unit pesawat F-16 A/B-15OCU diproyeksikan menjadi kekuatan utama Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru.

Dua Skadron F-16 ini akan menjadi bagian dari strategi penggelaran dan pelibatan dua Komando Operasi Angkatan Udara.  Kedatangan pesawat-pesawat F-16 C/D-52ID ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan Air Power kita untuk menegakkan kedaulatan serta hukum demi kepentingan nasional, tidak saja di wilayah udara nasional namun juga di luar wilayah ZEE Indonesia. Selain menjadi tulang punggung operasi Pertahanan Udara namun juga sebagai penjamin keunggulan udara komando gabungan TNI dalam penyelenggaraan operasi darat, laut maupun di udara.

Kedatangan burung-burung besi ini sangat melegakan sesudah sempat tertahan selama lima hari di Eielson AFB, Alaska dan sehari di Andersen AFB Guam akibat permasalahan tehnis pada pesawat tanker udara KC-10 dari Travis AFB. Ketiga pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU memulai perjalanan panjang meninggalkan Hill AFB Utah pada hari Selasa (15/7) menuju Alaska. Baru pada hari Rabu (22/7) ketiga pesawat ini bisa meninggalkan Eielson AFB menuju Andersen  AFB, Guam yang ditempuh selama 9 jam 46 menit dengan sembilan kali pengisian bahan bakar diudara.

Sesuai rencana maka  mulai awal bulan Agustus 2014 enam orang instruktur penerbang F-16 A/B-15OCU TNI AU akan mulai melanjutkan latihan terbang konversi “differential flying training” F-16 C/D-52ID di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun dibawah supervisi tiga instruktur penerbang  dari US Air Force Mobile Training Team.

Selanjutnya sesuai rencana pesawat-pesawat lainnya akan mulai berdatangan dan secara bertahap menjalani modifikasi pemasangan peralatan drag chute (payung rem). Konfigurasi awal pesawat F16C/D 52ID TNI AU memang belum dilengkapi dengan drag chute, sehingga modifikasi akan dilakukan tehnisi TNI AU dengan supervisi personil Lockheed Martin mulai kuartal pertama 2015.

Seluruh pesawat F-16 C/D ini adalah pesawat Block 25 USAF yang  sudah dibongkar total sebelum menjalani upgrading dan refurbished, baik kerangka “airframe” serta modernisasi sistem “avionic” dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center Hill AFB, Utah.

Rangka pesawat diganti dan diperkuat, cockpit diperbarui, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi atau diganti menjadi baru dan mission computer canggih baru sebagai otak pesawat  ditambahkan agar pesawat lahir kembali dengan kemampuan jauh lebih hebat dan ampuh setara dengan Block 50/52.

Modernisasi dan upgrade avionic  berpusat pada pemasangan Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 standar Block 52+  sebagai “otak dan syaraf”  pesawat yang jauh lebih besar dan cepat kemampuannya dari system lama sehingga kemampuan avionic pesawat menjadi setara dengan F-16 block 50/52 Demikian pula kemampuan radar AN/APG-68 ditingkatkan sesuai system baru yang dipasang.

Pemasangan Improved Modem Data Link 16 canggih untuk komunikasi data disamping Embedded GPS/ INS (EGI) block-52  yang menggabungkan fungsi  GPS dan INS untuk penembakan JDAM (Bomb GPS). Ditambah peralatan perang elektronika yaitu Electronic Warfare Management System AN/ALQ-213,  Radar Warning Receiver ALR-69 Class IV serta Countermeasures Dispenser Set ALE-47 untuk melepaskan  Chaffs/ Flares anti radar/ anti rudal.

Pelaksanaan Upgrade mesin pesawat  menjadi tipe   F100-PW-220/E  yang memiliki umur muda kembali, serta lebih awet dan lebih handal dari mesin sebel\]khususnya dengan pemasangan system DEEC (Digital Electronic Engine Computer) Grup 6 serta Augmentor Engine baru yang lebih mudah dirawat dan usia pakainya dua kali lebih lama.

Dalam urusan pertempuran udara  pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU ini cukup handal karena selaindketahui sebagai pesawat F-16 paling lincah juga dilengkapi rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder L/M/X dan IRIS-T  (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C untuk penembakan “Beyond Visual Range”.

Untuk menyerang sasaran permukaan pesawat dilengkapi kanon 20 mm, bomb standar MK 81/ 82/ 83/ 84, Laser Guided Bomb Paveway, JDAM (GPS Bomb), Bom anti runway Durandal, rudal AGM-65 Maverick K2, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar),  Improved Data Modem Link 16, Head Up Display layar lebar terbaru yang kompatibel dengan Helmet Mounted Cueing System dan Night Vision Google. Pesawat juga dilengkapi navigation dan targeting pod canggih seperti Sniper/ Litening untuk operasi tempur malam hari serta mampu melaksanakan missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) untuk menetralisir pertahanan udara musuh.

Armada F-16 C/D 52ID TNI Angkatan Udara ini selanjutnya akan melengkapi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Pesawat yang telah dilengkapi kemampuan sistem avionic barat yang canggih ini dilengkapi senjata udara modern untuk melengkapi keunggulan daya jangkau operasi dan kecepatan yang membuat  pesawat ini sanggup untuk menghadang setiap penerbangan gelap atau menghantam sasaran udara dan darat.

Baik sasaran di luar atau dalam wilayah kedaulatan kita, pada saat siang atau malam hari di segala cuaca. Kelak pengalaman dan pemahaman dari aplikasi penggunaan tehnologi perang udara modern yang didapat dalam pengoperasian F-16 CD 52ID niscaya akan membantu kita untuk memperbaiki perencanaan, pengadaan, pelatihan serta doktrin dan taktik perang udara TNI AU.

Kita berharap pada saat pesawat tempur masa depan IFX (generasi 4.5) sudah siap dioperasikan maka seluruh prosedur, taktik, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat dari pengoperasian pesawat F-16 C/D 52ID bisa  kita terapkan untuk menyamai atau  bahkan mengungguli kekuatan udara calon lawan dan pesaing negara kita.  Pesawat-pesawat canggih ini akan  menambah kekuatan  Air Power kita untuk menjaga Keamanan Nasional Indonesia. (tni-au.mil.id)

Rusia Kembangkan Peluncur Rudal Versi Baru

Label Berita ,

Sistem peluncur rudal Pansir S-1 yang masuk dalam persenjataan berbagai negara, termasuk angkatan bersenjata Rusia sendiri, dalam waktu dekat akan mengalami modifikasi yang signifikan. Menjelang 2017, peluncur ini akan dilengkapi dengan roket hipersonik baru.

Uji coba skala penuh berupa demonstrasi peluncuran sudah dilaksanakan di poligon Ashuluk, Astrakhanskaya Oblast. Hal tersebut diumumkan oleh Direktur Perusahaan NPO Bysokotochniye Kompleksy, Aleksander Denisov.

Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1,yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Foto: RIA Novosti

Pansir S-1, sistem peluncur rudal jarak dekat-menengah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari arteleri antipesawat Rusia, meski peluncur ini baru diterima belum lama ini, yaitu pada 2008. Peluncur ini terdiri dari menara seberat 12 ton yang dipasang pada casis mobil atau kendaraan roda rantai. Menara tersebut dilengkapi dengan radar pelacak dan sistem peluncur rudal 57?6-? dengan 12 buah rudal, serta senapan kembar otomatis kaliber 30 mm.

Tugas sistem peluncur ini adalah melindungi obyek berukuran kecil atau sedang dari serangan udara, termasuk perlindungan sistem peluncur rudal lain, S-300 dan S-400. Arteleri anti-pesawat S-300 dan S-400 yang memiliki dua komplek berisi empat rudal ini rawan terhadap serangan udara dan peluru kendali jelajah ketika melakukan perubahan posisi atau saat persiapan peluncuran rudal. Oleh karena itu, Pansir menyertai S-300 atau S-400 dalam menjalankan operasi militer, untuk melindungi mereka dari serangan darat dan udara. Pansir diciptakan untuk beroperasi pada siang maupun malam hari, dan dalam iklim apa pun sepanjang tahun.

Lebih Tepat Sasaran

Modernisasi radikal sistem peluncur rudal jarak dekat sedang dilakukan. Sistem tersebut dinamai Pansir-SM. Peluncur rudal versi baru ini akan dilengkapi persenjataan roket yang muktahir dan jangkauan tembaknya pun bertambah secara signifikan.

Para ilmuwan Rusia sedang mengembangkan roket supersonik selama beberapa dekade terakhir. Sistem peluncur rudal ini kelak akan menggunakan roket supersonik dengan kecepatan maksimum 3-4 kali kecepatan suara. Saat ini pengembangan terbaru diarahkan untuk meningkatkan kecepatan roket menjadi 5-7 kali kecepatan suara.

Roket baru ini mampu mengenai sasaran yang dapat melumpuhkan Pansir S-1. Senjata baru ini dapat menambah jangkauan tembak 20-35 kilometer lebih jauh dari jarak tembak yang sekarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Operasional KB Priborostroeniya Yuri Savenkov.

Savenkov mengatakan persenjataan baru ini tidak hanya akan dipasang pada kendaraan perang keluaran terbaru saja, tetapi juga kendaraan yang ada sekarang. Tidak menutup kemungkinan senjata ini juga akan diekspor. Saat ini, Pansir S-1 sudah memiliki kontrak pembelian dengan beberapa negara Asia Tengah seperti Uni Emirat Arab, Suriah, dan Irak, serta negara Afrika yakni Aljazair dan Maroko. Jumlah ekspor Pansir tersebut mencapai setengah jumlah ekspor keseluruhan NPO Vysokotochniye Kompleksy.

Semakin Canggih

Meski Pansir adalah senjata yang masih tergolong muda, modernisasi sistem peluncur ini terus dilakukan. Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1, yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Saat ini kemampuan Pansir hanya dapat melumpuhkan sasaran dengan kecepatan gerak maksimum seribu meter per detik, “Perbedaan yang paling mencolok dengan sistem peluncur rudal masa kini adalah kemampuan untuk melumpuhkan rudal-rudal balistik,” kata Denisov.

Pansir SM masih dalam bentuk virtual dalam model 3D, tetapi para pengembang sudah memperkirakan waktu pengiriman Pansir untuk angkatan bersenjata Rusia. Denisov mengumumkan militer Rusia sudah bisa mendapatkan sistem peluncur rudal versi terbaru ini menjelang awal 2017 mendatang.(indonesia.rbth.com)